Stoner: Nomor Satu Bukan Kesialan
Casey Stoner, mantan pembalap tim Ducati sempat menyandang nomor “keramat” 1, menggantikan nomor 27 di motor nya pada musim 2008 lalu. Namun Stoner tidak mampu mempertahankan gelar nya sebagai juara dunia. Begitu pula dengan Lorenzo yang juga menggunakan nomor 1 di motor nya musim 2011 lalu, juga tidak mampu mempertahankan gelar. Apakah Stoner yang kini membela tim Repsol Honda merasa nomor 1 adalah kesialan?

Stoner dan Kru Repsol Honda | Courtesy: Repsol Media
Setelah kamu memenangkan gelar juara dunia (2007) kamu memiliki beberapa masalah yang membuat menjaga nomor satu pada motor menjadi lebih sulit
Saya fikir kami tidak memulai musim 2008 dengan baik. Kami berjuang keras pada awal musim. Kami mengalami masalah soal chain tensions (tegangan pada rantai), masalah itu menimbulkan masalah lain. Kemudian kamera terlepas di Estoril dan masalah mesin di Le Mans. Kemudian kami mengalami masalah besar pada akhir tahun dengan cedera lengan saya. Tapi semua orang hanya mengingat kegagalan saya. Tapi saya membuktikan bahwa kami masih bisa bersaing. Tahun 2009 kami memimpin klasemen, tapi kemudian saya mengalami masalah laktosa dan ini adalah malapetaka. 2010 kami tidak memiliki motor yang kompetitif, tidak mendapat peralatan yang cukup, kami tidak mendapatkannya secepatnya. Dan semuanya tidak berjalan lancar sejak saat itu. Tapi setelah semua nya kembali normal kami sudah mampu memperlihatkan kecepatan kami, kami memperlihatkan bahwa kami masih menunjukkan hasil yang baik.
Dengan menjadi semakin sering memenangkan lomba, akan sedikit pengembangan mesin yang dilakukan. Apakah ini berlaku di Honda?
Dengan tim ini, setiap masukan yang saya berikan, saya melihat tim semakin termotivasi untuk menjadi lebih baik. Dengan Honda, anda melihat bahwa mereka sangat ingin terus meningkatkan performa. Mereka tidak pernah tinggal duduk diam.Di Laguna Seca, kamu mengalami salah satu balapan yang paling membuat frustrasi, dan tahun lalu adalah salah satu balapan terbaik mu disana.
Saya fikir semua orang bisa menyadari betapa sulitnya membalap di Ducati. Saya sudah melupakannya setelah kejadian itu, jadi ini bukan lagi sebuah masalah.
Beberapa orang percaya bahwa itu (kemenangan di Laguna Seca) adalah titik balik kamu, setuju atau tidak?Tidak, saya sangat tidak setuju. Ada titik balik terus menerus pada kompetisi. Biarkan setiap lomba menjadi titik balik di kompetisi. Ada beberapa momen yang selalu berbeda dan kamu hanya perlu membiarkannya mengalir.
Incoming search terms:
- nomor kesialan
- nomor-nomor keramat di Moto Gp
Comments
no 7 keberuntungan…
hehehe…
berita motogp terbaru